Ditulis oleh plintplant di/pada 10 September, 2008
Pernahkah anda mengalami kejadian seperti judul di atas? Jika pernah, anda seharusnya menyadari bahwa setiap apotik menjual obat dengan tingkat keuntungan dan biaya yang berbeda-beda, malah ada segelintir orang yang mendirikan apotik dengan tujuan menyediakan obat-obatan dengan harga semurah mungkin kepada masayarakat (nonprofit busssiness).
Sebuah apotik yang didirikan ditempat yang eksklusif, misalnya di mall, plaza, apartemen mewah, pusat bisnis, atau daerah manapun yang nilai tanahnya (land value) tinggi, sudah dapat dipastikan komponen biaya sewa gedung, pajak bumi dan bangunan, biaya penyusutan bangunannya akan tinggi, maka kemungkinan akan dibebankan kepada harga penjualan obat-obatan dan alat kesehatan mereka. Anda yang memiliki kemampuan finansial tinggi dan ingin service yang memuaskan dapat menjadi pelanggan setia apotik-apotik eksklusif ini, bagi anda yang mengharapkan obat-obatan dengan harga termurah, jangan coba-coba memasukinya.
Untuk anda yang mengharapkan obat-obatan dengan harga semurah mungkin, saya sarankan untuk mencari informasi kepada siapapun yang bisa anda tanyai tentang dimana gerangan apotik yang menjual obat paling murah, jika anda tidak mendapat jawaban yang memuasan dari mereka, anda dapat mencarinya dengan memperhatikan opotik dengan ciri-ciri berikut:
1. Berada dilokasi yang tidak terlalu eksklusif, tetapi di daerah yang cukup ramai
2. Penampilan apotik biasa-biasa saja
3. Bangunan apotik cukup besar
4. Di etalase terlihat tumpukan obat yang berjubel-jubel dan sangat padat (pengusaha profit motif juga dapat memperoleh keuntungan yang besar walaupun menjual obat dengan harga yang murah, yaitu dengan melipat gandakan omzet penjualan)
5. Penampilan pramuniaga tidak mewah
6. Sudah dikenal orang banyak sebagai apotik yang menjual dengan murah
Semoga anda yang sedang kesusahan menderita penyakit tidak semakin susah dengan memasuki “apotik pengisap darah” yang harga jual produknya dapat mencapai 2000% lebih mahal dari “apotik kasih sayang”.
Ditulis dalam Info, Tips & Trik, medis | Bertanda: apotik, harga obat, obat, obat murah | Leave a Comment »
Ditulis oleh plintplant di/pada 10 September, 2008
Beberapa perlakuan yang dapat dilakukan untuk mengetahui keaslian suatu madu antara lain:
1. Ambil sebutir kuning telur ayam, campurkan dengan 3 sendok makan madu, jika kuning telur tersebut langsung matang jika terkena madu, maka kemungkinan madu tersebut adalah asli.
2. Masukkan madu beserta botolnya kedalam freezer lemari es, biarkan selama 10 jam (air biasa telah membeku) ; jika madu tersebut tidak membeku maka kemungkinan madu tersebut adalah asli.
3. Letakkan 1 tetes madu ke permukaan kuku anda,jika madu tersebut kelihatan mengeluarkan gas (seperti mendidih), maka ada kemungkinan madu tersebut asli.
4. Oleskan madu pada secarik kertas, kemudian bakar bagian yang diolesi madu, jika kertas tersebut masih dapat terbakar dengan nyala api yang baik, maka kemungkinan madu tersebut asli.
Namun demikian, untuk mendeteksi adanya campuran air, gula pasir atau gula aren pada suatu madu murni sering kali merupakan hal yang sulit, karena pada batas-batas tertentu, sifat madu campuran tersebut tetap seperti madu murni.
Maka, untuk memperoleh madu yang tingkat kemurniaannya lebih terjamin, saya sarankan anda membeli madu yang masih dalam sarangnya, anda sendiri yang meniriskan/memeras madu tersebut.
Ditulis dalam Agribisnis, Info, Tips & Trik | Bertanda: madu, madu asli, madu murni | Leave a Comment »
Ditulis oleh plintplant di/pada 10 September, 2008
Dalam jangka 2 bulan terakhir, harga TBS di tingkat petani terjun bebas dari puncak sebuah gedung 100 lantai dengan kepala yang mendarat duluan. Sebelumnya petani kelapa sawit telah bersorak sorai dengan harga TBS yang telah mencapai Rp.1.600/Kg (di PKS telah mencapai Rp.2.200/Kg), ups.. dengan harga TBS sebegitu tinggi tentu saja permintaan pupuk melonjak sehingga pedagang dan distributor pupuk tak akan sudi kalah kaya dengan petani, harga pupuk ditumpangkan ke pesawat ulang alik milik NASA menuju planet Mars, harga pupuk KCl yang sebelumnya Rp.117.000/sak naik menjadi Rp.500.000/sak. Tak apalah.. petani sawit masih dapat menikmati keuntungan untuk membalas keringat darah dan air mata petani kelapa sawit yang terlalu sering menjadi sapi perah para toke-toke sawit pengisap darah, dan PKS-PKS drakula.
Saat ini, hari ini, adalah hari berkabung yang setiap harinya diberi atribut “to be continued”. Harga TBS di tingkat petani hanya Rp.670/Kg (Harga di PKS Rp.1.000/Kg), tetapi si Pedagang Pupuk yang mengaku-ngaku “orang pintar” tak mau bergeming menurunkan harga pupuknya, mungkin dalam pikirannya “petani goblok itu bole aja lugi, tapi gua yang pintal bangat ini ga’ mau dong lugi..”, harga pupuk TSP masih bertengger pada harga Rp.530.000/sak. Sudah jelas-jelasnya dia tau harga TBS anjlok sampai pada titik nadir, kok masih maksa petani beli pupuk mahal!
Sebagai informasi di daerah yang berjarak 130 km dari PKS, upah panen adalah 60-250/Kg TBS, upah penjaga kebun Rp.600.000-1.000.000/bulan/5 Ha, hasil panen rata-rata 6 ton TBS/bulan/ 5 Ha. Jika diambil rataan dari data tersebut, maka pendapatan kotor = (6000×670)-((6000×95)+800.000) = 4.020.000 – (570.000+800.000) = 2.650.000. Nilai tersebut didapat sebelum memperhitungkan biaya pupuk. Biaya pupuk untuk kebun seluas 5 ha adalah (5×144) x (((0,33×120.000(urea)) +(0,33×530.000(TSP)) + (0,33×500.000(KCl))) : 50) = 720 x ((39.600 + 176.490 + 166.500) :50) = 720 x (382.590:50) = 720×7651=5.508.720/5 Ha/4 bulan. Maka pendapatan bersih (keuntungan) suatu kebun sawit dengan luas 5 ha adalah = 2.650.000 – 1.377.180= Rp1.272.820,-! Harga kebun sawit yang dapat menghasilkan TBS 1,2 ton / bulan/ha adalah berkisar 60-70 juta, jadi modal yang dibutuhkan untuk membeli 5 Ha kebun sawit adalah Rp.350.000.000,-, sementara sebagai upah modal, keringat darah dan airmata anda dalam mengelola kebun tersebut hanya dihargai sebesar Rp1.272.820,-/bulan!.Kalau petani hanya punya 2 ha kebun sawit saja, bagaimana? Sungguh sebuah usaha yang edan bin gendeng binti sinting!
Ditulis dalam Agribisnis | Bertanda: harga TBS, kelapa sawit, petani | Leave a Comment »