TBS KO!, Pupuk Impor Pemenangnya!
Ditulis oleh plintplant di/pada 10 September, 2008
Dalam jangka 2 bulan terakhir, harga TBS di tingkat petani terjun bebas dari puncak sebuah gedung 100 lantai dengan kepala yang mendarat duluan. Sebelumnya petani kelapa sawit telah bersorak sorai dengan harga TBS yang telah mencapai Rp.1.600/Kg (di PKS telah mencapai Rp.2.200/Kg), ups.. dengan harga TBS sebegitu tinggi tentu saja permintaan pupuk melonjak sehingga pedagang dan distributor pupuk tak akan sudi kalah kaya dengan petani, harga pupuk ditumpangkan ke pesawat ulang alik milik NASA menuju planet Mars, harga pupuk KCl yang sebelumnya Rp.117.000/sak naik menjadi Rp.500.000/sak. Tak apalah.. petani sawit masih dapat menikmati keuntungan untuk membalas keringat darah dan air mata petani kelapa sawit yang terlalu sering menjadi sapi perah para toke-toke sawit pengisap darah, dan PKS-PKS drakula.
Saat ini, hari ini, adalah hari berkabung yang setiap harinya diberi atribut “to be continued”. Harga TBS di tingkat petani hanya Rp.670/Kg (Harga di PKS Rp.1.000/Kg), tetapi si Pedagang Pupuk yang mengaku-ngaku “orang pintar” tak mau bergeming menurunkan harga pupuknya, mungkin dalam pikirannya “petani goblok itu bole aja lugi, tapi gua yang pintal bangat ini ga’ mau dong lugi..”, harga pupuk TSP masih bertengger pada harga Rp.530.000/sak. Sudah jelas-jelasnya dia tau harga TBS anjlok sampai pada titik nadir, kok masih maksa petani beli pupuk mahal!
Sebagai informasi di daerah yang berjarak 130 km dari PKS, upah panen adalah 60-250/Kg TBS, upah penjaga kebun Rp.600.000-1.000.000/bulan/5 Ha, hasil panen rata-rata 6 ton TBS/bulan/ 5 Ha. Jika diambil rataan dari data tersebut, maka pendapatan kotor = (6000×670)-((6000×95)+800.000) = 4.020.000 – (570.000+800.000) = 2.650.000. Nilai tersebut didapat sebelum memperhitungkan biaya pupuk. Biaya pupuk untuk kebun seluas 5 ha adalah (5×144) x (((0,33×120.000(urea)) +(0,33×530.000(TSP)) + (0,33×500.000(KCl))) : 50) = 720 x ((39.600 + 176.490 + 166.500) :50) = 720 x (382.590:50) = 720×7651=5.508.720/5 Ha/4 bulan. Maka pendapatan bersih (keuntungan) suatu kebun sawit dengan luas 5 ha adalah = 2.650.000 – 1.377.180= Rp1.272.820,-! Harga kebun sawit yang dapat menghasilkan TBS 1,2 ton / bulan/ha adalah berkisar 60-70 juta, jadi modal yang dibutuhkan untuk membeli 5 Ha kebun sawit adalah Rp.350.000.000,-, sementara sebagai upah modal, keringat darah dan airmata anda dalam mengelola kebun tersebut hanya dihargai sebesar Rp1.272.820,-/bulan!.Kalau petani hanya punya 2 ha kebun sawit saja, bagaimana? Sungguh sebuah usaha yang edan bin gendeng binti sinting!